EXPECT LESS, RECEIVE MORE

by - July 23, 2014


Photo by Kelly Jean on Unsplash

“Expect Less Receive More” is better 
than “Expect More Receive Less”. 

Isn’t it?

Seperti ketika kamu berharap banyak—kalau orang-orang terdekat memberi ucapan selamat ulang tahun yang istimewa padamu—tapi ternyata mereka sama sekali tidak ingat. Seperti ketika kamu tidak berharap banyak kalau orang-orang tertentu yang tidak benar-benar kamu ingat mengucapkan ucapan selamat ulang tahun padamu—tapi ternyata mereka justru mengucapkannya, ucapan selamat ulang tahun itu, dengan sangat istimewa. Ketika berharap banyak justru mendapat sedikit. Ketika berharap sedikit justru mendapat banyak. Sangat kontras dan terbalik, dilematis. Pernahkah kalian memikirkan hal ini juga? Lebih baik memang berharap sedikit tapi ternyata mendapat banyak, daripada berharap banyak tapi mendapat sedikit—karena ekspektasi yang terlalu besar yang tidak terpenuhi itu biasanya berujung pada kekecewaan. Sebaliknya, ekspektasi sederhana yang terpenuhi dengan tidak terduga bisa mendatangkan rasa syukur yang melimpah dan rasa takjubnya sendiri. Sangat bertolak belakang, bukan?


 

 p.s. :


Tapi bukan berarti jika ekspektasi kita yang terlalu besar ternyata tidak terpenuhi, itu artinya kita tidak bisa bersyukur. Meski berat untuk mengakui dan menuliskan ini disini, tapi perenungan saya adalah justru ketika kita bisa bersyukur di tengah ekspektasi yang tidak terpenuhi, disitulah kita lulus ujian. Ujian untuk bisa selalu bersyukur dalam segala sesuatu, segala hal, segala situasi dan kondisi.*
 

You May Also Like

0 comments