Tuesday, 14 February 2012

LOVE LETTER FROM CORINTHIANS


If i speak in the tongues of men and of angels, but have not love, i am only a resounding gong or a clanging cymbal. If i have the gift of prophecy and can fathom all mysteries and all knowledge, and if i have a faith that can move mountains, but have not love, i am nothing. If i give all i possess to the poor and surrender my body to the flames, but have not love, i gain nothing.

Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. It is not rude, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always preserves.

Love never fails. But where there are prophecies, they will cease; where there are tongues, they will be stilled; where there is knowledge, it will pass away. For we know in part and we prophesy in part, but when perfection comes, the imperfect disappears. When i was a child, i talked like a child, i thought like a child, i reasoned like a child. When i became a man, i put childish ways behind me. Now we see but a poor reflection as in a mirror; then we shall see face to face. Now i know in part; then i shall know fully, even as i am fully known.

And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love.


I Corinthians 13 : 1 – 13 NIV

Have you ever found a love that never fails?
Have you ever found an everlasting love? Have you ever found an unconditional love?

God provides it to you. God loves you more than your boyfriend or girlfriend. God loves you more than your mother or your father, or your family.

Find God’s truly love. You will never regret.
Happy Valentine’s Day Readers! :)

Thursday, 2 February 2012

SUDAH NYARIS SELESAI :')

Sudah nyaris selesai: perjuangan dan perjalanan di Universitas Indonesia, di Departemen Sosiologi, sebuah kisah mendekati hati Tuhan, cerita yang ditulis oleh tangan Tuhan sendiri.



Afternoon Reflection

 
Aku lulus. Proposal seminar skripsiku diterima. Aku benar-benar maju seminar skripsi semester ini. Bahkan tanpa harus revisi proposal lagi. Hasil pengumumannya sudah keluar tadi siang.

Tuhan Yesus benar-benar mengizinkan ini terjadi.
Rasanya: bahagia.

Nyaris sebulanan berjuang menyusun outline dan proposal bersama Tuhan. Mengorbankan waktu libur dan kepulangan ke rumah di medan. Apa yang ku perjuangkan bersama Tuhan di awal tahun ini tidak sia-sia. Walaupun aku juga tidak tau apakah benar-benar tiga setengah atau akan empat – aku tetap ikut jalurnya Tuhan Yesus dulu.

With trust. Trust His heart.


Ingin nangis rasanya jika kembali melihat proposal tugas seminar akhir yang sudah diterima dan di-acc oleh departemen sosiologi itu ya Tuhan Yesus, rasanya masih – terkagum-kagum karena proposal ini benar-benar rampung juga. Dan sudah diterima untuk maju seminar semester depan. Aku masih benar-benar terkagum-kagum oleh karya Tuhan Yesus sepanjang penulisan dan perancangan, kalau bukan Tuhan yang ikut campur memimpin dan menyertai, bagaimana aku bisa? Kuantitatif lagi. Seperti mengulang satu semester MPS Kuantitatif-I dalam beberapa minggu.

Terima kasih, Tuhan :’)

Di saat yang sama –
Ketika melihat lambang makara oranye terang dan tulisan departemen sosiologi di draft proposal outline seminarku ini, aku ingin menangis. Terharu ketika ingat lagi seluruh ceritanya.

Universitas Indonesia memang sebuah cerita yang ditulis oleh tangan Tuhan sendiri. Untukku. Dengan istimewa.

Indah.

Di perjalanan menjadi seorang mahasiswa di kampus ini, aku belajar mengenal dan mendekat ke hati-Nya. Tinggal intim.

Sudah dua setengah tahun berlalu. Tinggal sebentar lagi.

Andai saja aku tidak di Universitas Indonesia ini – aku mungkin tidak akan mengenal Tuhan Yesus dengan benar. Mungkin aku juga masih terhilang, di arus dunia yang ku kira biasa dan aman.

Tapi Tuhan memanggilku mendekat disini.

Hari ini juga Universitas Indonesia merayakan ke-62 tahun berdirinya. Rasanya begitu tepat sekali. Tepat dengan ceritaku.



UI memang sebuah rencana indah, dari Yang Maha Kasih.
Sekali lagi, terima kasih, Tuhan :*