Monday, 21 January 2013

FALLING PLATES


 


p.s. :
Menemukan video luar biasa ini ketika sejenak berjalan-jalan di dunia maya tadi siang. Sangat menyentuh. Sebuah anugerah. Dipulihkan sempurna. Now i am back to realize that He loves me no doubt, unconditionally. Fully restoration. You can watch it too. Be blessed.

:)

Thursday, 10 January 2013

CERITA S.SOS.


empat draft skripsi saya yang sudah di-"uji" dan diberi masukan sana-sini oleh empat orang dosen tim penguji, bersama lembaran kertas berisi rangkuman poin revisi dari tim dosen penguji :")

"He has made everything beautiful in its time. He has also set eternity in the hearts of men; yet they cannot fathom what God has done from beginning to end."

--Ecclesiastes 3:11 NIV
(A Very Special Promise He Gave Me Personally For My Thesis Struggle)

Akhirnya kemarin, janji Tuhan yang ku kutip di atas ini, tuntas digenapi-Nya. Akhirnya kemarin, aku resmi jadi seorang sarjana sosial. Lulus 3,5 tahun. Itu rasanya, mission impossible yang terbukti possible (di dalam tangan Tuhan). He does not know the word "impossible"! Only word "possible"--He knows! Skripsi sudah dikumpulkan dan dibaca oleh empat orang dosen tim penguji, sudah juga melalui sidang skripsi tanggal 9 Januari 2013 lalu, di Gd. Koentjaraningrat FISIP UI lantai II Meeting Room 2, sekitar pukul 08:30-10:00 wib. Beatiful at His time. Please check my last post about this promise here :)

Jadilah, sekarang, di belakang namaku ada tambahan gelar sarjana sosialnya. Resmi sudah mengenakan gelar itu: S.Sos. Anugerah, anugerah! :")

"The horse is made ready for the day of battle, but victory rests with the LORD."

--Proverbs 21:31 NIV


Aku tahu skripsiku ini memang tidak sempurna, bahkan sejujurnya, justru ada kelemahan-kelemahan tertentu di dalamnya--yang aku percaya memang Tuhan izinkan ada--supaya aku tetap bergantung ekstrim pada kekuatan pemeliharaan-Nya, bukan pada "kehebatan" hasil skripsi yang sudah "ku" kerjakan ini. Like "the horse" for the King's battle. Bukan "kuda" yang menyelamatkan dan memberi kemenangan, tapi, tangan Tuhan :)

Untuk setahunan mengerjakan skripsi ini di 2012 lalu, di jam doa bersama Tuhan tadi, aku merenung: rasanya cukup "babak belur"--apa ya, perjuangan gak gampang. Jam tidur dan jam melek yang berubah total semenjak semester lalu. Begadang menjadi rutinitas sehari-hari. Siapa yang tahu aku banyak nangisnya, di dalam kamar. Cuma aku, dan Tuhan. Haha, tapi bersyukur karena skripsi ini membuatku menyaksikan sekali lagi, bahwa Tuhan Yesus itu mahakuasa dan maha luar biasa. He had started, and He had finished it all! :"")

Dari awal, sebenarnya aku merasa skripsi ini adalah sesuatu yang mustahil kuselesaikan "sendirian". Selain karena awalnya, bahkan, di Desember 2011 lalu ketika musim skripsi dann 3,5an tahun, baru saja akan dimulai, aku tidak punya ide buat tema skripsi yang akan ku angkat. Itu hal mustahil pertama, sampai Tuhan sediakan tema bagiku di tengah kondisi stres UAS juga waktu itu. Yang lain juga banyak hal mustahilnya. Kenapa?

(1) skripsiku KUANTITATIF! ya Tuhan, itu seperti mengulang setahunan MPS SENDIRIAN. mana ketika MPS dulu, aku kebagian tugas di bagian awal, buku kode. Dan gak benar-benar intens di bagian olah data. Sebenarnya cukup nekat untuk mengambil pendekatan kuantitatif untuk skripsiku, tetapi demi nazar karena kuantitatif bagaimanapun masih lebih "diperhitungkan" soal validitas datanya yang berangka-angka, dibandingkan kualitatif yang lebih bebas dari pakem. Terbukti, agak terseok-seok di proses olah data. Nyaris skip bikin RAD (Rencana Analisis Data) yang berefek kepada proses cleaning berulang kali yang harus ku lakukan terhadap beratus kuesionerku. Oh dear self.

(2) mengerjakan skripsi bukan satu-satunya kesibukan semester VI-VII. di semester VI, aku ambil 24 sks--itu berarti masih ada 7 mata kuliah lainnya yang menuntut perhatian (yang rata-rata penelitian juga). di semester VII, aku masih ada 2 mata kuliah wajib yang juga menuntut perhatian. Selain itu, sepanjang 2012 masih aktif menjadi pengurus di sie KK persekutuan kampus, dan pemuridan. Selain itu, harus handle mentoring PA teman-teman mahasiswa baru sosiologi 2012. Liburan 3 bulan kemarin yang seharusnya bisa fokus pretest dan turun lapangan, ternyata Tuhan berkehendak lain: aku harus magang sebulanan lebih, dan diutus (anugerah!) ikut (christian) student congress di bali dan semarang.

(3) Pembimbingku kantornya di Salemba, dan gak tiap hari available di kampus UI depok. Pembimbingku juga cukup sibuk dan mobilisasi tinggi banget. Bimbingan bisa seminggu sekali aja udah bersyukur loh. Bersyukur juga karena selama ini mas riki gak pernah meminta aku pergi bimbingan ke UI-salemba, kalau sampe iya, wah bisa riweh. Terima kasih Tuhan Terkasih, dan terima kasih mas riki!

(4) skripsiku perbandingan 2 sekolah dengan minimal sampel 60 persekolah (instruksi Yth Mas Riki, Dosen Pembimbing)--dikerjakan dalam waktu singkat itu sesuatuuu hua. Bener-bener makan waktu dan tenaga, mulai dari urus-urus kuesionernya (fotocopy, inventarisasi dst dst), pengumpulan datanya ke kelas-kelas, cleaning kuesionernya, entry data-nya, olah datanya, analisis datanya *fiuh*

(5) aku sangat minim akses ke salah satu SMA yang ku tuju sebagai objek penelitian! Benar-benar merasakan pertolongan Tuhan, ketika nyaris sudah dua-tiga kali bolak-balik kesana cuma untuk ketemu Bapak Kepala Sekolah, tetapi ketemu terus--akhirnya aku dipertemukan oleh Bapak Wakil Kepala Sekolah yang dipakai Tuhan memudahkan aksesku luar biasa. Bapak ini sangat kooperatif untuk membantuku bisa turun lapangan skripsian di sekolah tersebut, dan menginformasikan kalau kemungkinan besar permohonan izinku akan ditolak Kepsek kalau tidak berstrategi. Jadilah, aku diusulkan pergi dulu mengurus izin ke Dinas Pendidikan, yang katanya, ketika sudah mengeluarkan izin skripsi buatku, gak akan bisa ditolak lagi oleh pihak sekolah terkait (sekolah ini sekolah negeri). Daaan, terbukti benar! Bahkan, di Dinas Pendidikan, Tuhan memudahkan jadi aku tidak diproses lama-lama, karena terkendala masalah birokrasi. Semuanya dilancarkan banget. Ya meski memang harus sabar menunggu dalam semingguan hanya untuk mengurus surat-surat dan masalah administrasi di tingkat sekolah, akhirnya aku bisa juga skripsian sampai selesai disitu dengan lancar! Sama juga, soal informan untuk data pelengkap kualitatif. Topikku soal perilaku menyontek siswa harus diakui memang cukup sensitif, dan aksesku (lagi-lagi) minim. Aku gak kenal banyak siswa disana. Bahkan di SMA-Negeri, gak ada yang dikenal sama sekali. Tetapi, He provides everything! Termasuk, informan. Bahkan sama adik-adik informan ini, aku masih suka bbm-an sampai sekarang, ahaha. God is awesome forever! Praise Jesus :")

(6) skripsi ini baru benar-benar final cleaning data dan penulisannya baru dimulai desember minggu pertama ke kedua, sementara deadline-nya tengah desember. Ahaha, ini paling mission impossible! Tapi buktinya, sudah selesai. Sangat tepat waktu ya intervensi pertolongan Tuhan itu? :")


BUT EVERYTHING IS POSSIBLE FOR GOD. His providence is always perfect, and ontime. I totally realize that i am absolutely nothing, without Him.


Done!


Thanks God, for this "S.Sos"---all glory must be to You! For from Him and through Him and to Him are all things. To Him be the glory forever! Amen. (Romans 11:36 NIV).

Saturday, 5 January 2013

HIGH COST TO BE A DISCIPLE


Mulai 2012 lalu, aku diajari-Nya banyak soal harga yang harus dibayar murid Yesus. Apa yang disebut menyangkal diri dan memikul salib. Masih sampai saat ini—sepertinya Dia masih mengajari. Pengajaran itu tidak selalu gampang ku cerna, atau terima. Live life as a living sacrifice itu bukan perkara gampang. Tapi perenungan hari ini, Dia berbisik padaku: Dia sudah melakukannya lebih dulu. Tidak mudah tapi pasti bisa. Dia tahu apa yang kurasa. Dia tahu betapa beratnya, Dia tahu betapa menantangnya, Dia tahu betapa susahnya. Dia sudah merasakannya lebih dahulu. Aku bersyukur karena Dia memberiku perintah dengan lebih dahulu memberiku contoh bagaimana harus melakukan perintah itu. Aku bersyukur karena Dia bukan sosok abstrak yang menyuruhku melakukan sesuatu yang Dia sendiri tidak pernah lakukan dan alami. Aku bersyukur karena Dia bisa selalu ku acu dan ku pandang, sebagai role model-ku, meski itu role model untuk sebuah jalan penderitaan—jalan salib. Belajar bersyukur dalam segala situasi. Belajar bersyukur karena aku memiliki Yesus. Yesus (memang dan selalu harus) lebih dari cukup. Untuk-ku.