THE BEAUTY OF NIAS (3)

by - October 27, 2014



Masih kembali pada kenangan akan kunjungan ke tanah Pulau Nias, yang jauh di seberang pulau sana—hari ini saya ingin mengingat pengalaman pertama saya melihat tradisi paling terkenal dari Ono Niha (baca: orang Nias atau masyarakat Nias). Lompat batu. Ya. Saya bersyukur dalam perjalanan liputan kegiatan sosial kantor awal bulan yang lalu ke Nias, salah satu kegiatan sosial ternyata dilakukan di daerah Teluk Dalam—dimana dekat dengan tempat tradisi lompat batu masih dilakukan sebagai bagian dari daya tarik wisatawan di Nias. Selesai liputan kantor, tim ternyata mendapat kesempatan untuk singgah sebentar di tempat tradisi lompat batu ini. Saya pun menikmati salah satu bagian lainnya, dari the beauty of Nias.

Mengambil Ancang-Ancang
Mulai Berlari
Melompati Batu

Bagaimana pengalaman pertama melihat orang benar-benar melompati batu setinggi dua meter ini? Takjub! Meski sempat agak takut jika ia gagal melompat dan terjadi apa-apa dengan sang pelompat dari ono niha ini. Tapi ternyata tidak. Dia bisa melakukannya dengan sangat indah dan sangat-sangat baik. Standing applause! Tapi ngomong-ngomong, untuk melihat pertunjukan lompat batu ini tidak gratis, karena kan bagian dari wisata setempat :) Selain itu, sebenarnya lompat batu ini berbahaya jika dilakukan dengan intens—saya mengetahui informasi ini dari seorang rekan sekantor yang berasal dari Desa Bawamataluo ini—kemungkinan untuk terkena hernia sangat besar. Kakek rekan saya ini dulunya pelompat batu juga dan terkena penyakit hernia karena aktivitas ekstrim ini. Jadi rasanya wajar kan kalau mereka meminta Rp 200.00 – Rp 300.000 untuk satu kali pertunjukan lompat batu? :)

Foto-foto di atas adalah foto-foto yang saya ambil sendiri. Di Teluk Dalam, Pulau Nias Selatan. Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama. Oktober 4, 2014.*

You May Also Like

0 comments