MESSY SPIRITUALITY (1)

by - August 18, 2014


Kenapa kita manusia cenderung ingin diakui, ingin dihargai, ingin memperoleh power atas suatu objek, ingin melindungi pride kita, ingin mempunyai banyak prestise—banyak hak istimewa? Kenapa kita manusia cenderung egois, memikirkan diri sendiri, setengah hati memperhatikan orang lain? Kenapa kita manusia cenderung secara tidak sadar senang memarginalisasi dan mengeksklusikan orang lain yang tidak seberpengaruh kita? Kenapa kita manusia suka berpura-pura untuk sempurna, padahal pada kenyataannya kita amat-sangat tidak sempurna? Kenapa kita manusia takut untuk mengakui bahwa kita tidak sempurna, bahwa kita juga lemah dan manusiawi, bahwa kita bisa menjadi tidak rohani?



(Sebuah perenungan, dalam pembacaan buku Messy Spirituality,
Ketika melihat ke sekeliling diri, tapi tak terkecuali juga ke dalam diri sendiri,
Sekarang ini, Agustus 2014)

You May Also Like

0 comments