Sunday, 15 April 2012

HEARTLIFTERS FOR THE HURTING


apakah kamu sedang, terluka?
apakah kamu sedang merasa beban berat yang tidak sanggup lagi kamu pikul sendirian? apakah kamu sedang mencari "obat" untuk lukamu, pertolongan untuk bebanmu? 




Tahukah kamu, Dia selalu ada disana, untuk-Mu? Siap sedia.
Ya, Dia disana. Di sebelah kananmu, temanku. Dia tidak jauh. Dia tidak pernah jauh. Dia selalu berada begitu dekat denganmu, hanya saja mungkin kamu tidak menyadarinya.


Run to Him. Run to Jesus.


_________________________________

images, taken from : 
Heartlifters for the Hurting, Bob Kelly. PT Bhuana Ilmu Populer, Kelompok Gramedia. 2004.

Sunday, 8 April 2012

REMEMBER THESE TWO THINGS


Apa yang kita ingat setiap kali kita melihat salib? Apakah menurutmu itu hanya sebatas sebuah "simbol" yang dilegitimasi dan diformalisasi begitu rupa oleh manusia? Kamu salah. Makna salib sebenarnya begitu dalam, menyentuh pengalaman personal setiap manusia dengan Allah, sampai seharusnya kita malu dan benar-benar bersyukur secara bersamaan setiap kali kita memandang salib itu. Ingatlah akan dua hal ini setiap kali kamu melihat salib, temanku.

Pertama, ingatlah betapa mengerikannya dosa. Tahukah kamu kenapa Yesus Kristus Tuhan harus mati dengan cara disalib? Bukan dipancung, misalnya. Atau cara-cara lain yang mungkin? Ketahuilah temanku bahwa hukuman salib itu adalah hukuman paling sakit dan paling hina, sesuai konteks zaman itu. Ketahuilah temanku, Tuhan itu mau merendahkan Diri-Nya serendah-rendahnya, demi menebusmu kembali dari si jahat, karena dosa-dosamu. Padahal Dia Tuhan, Tuhan Yang Mahakuasa, mau meninggalkan segala kemahakuasaan-Nya itu. Dan ujung dari salib itu? Kematian. Sebagaimana upah dari dosa, ialah maut. Ingatlah bahwa dosa membawa kematian, temanku. Ingatlah bawa dosa pada akhirnya membawa penderitaan yang pedih, sepedih penderitaan Yesus pada salib itu.

"Kristus telah menebus kita dari kutuk Hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"" (Galatia 3:13). "Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya." (II Korintus 8:9). "Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh." (Yesaya 53:5)

Kedua, ingatlah betapa indahnya dan dalamnya kasih Allah itu. Kalau Allah tidak mengasihimu, Ia tidak akan mau menggantikan tempatmu untuk menanggung hukuman dosa itu. Harusnya engkau dan akulah yang ada di salib itu, harusnya kitalah yang selayaknya disalibkan karena dosa-dosa kita telah membuat kita begitu kotor, hina, dan tidak berharga. Selayaknya kita dibuang oleh-Nya, dan ditinggalkan disana, di salib itu. Atau di kematian selama-lamanya. Tetapi pahamilah betapa dalamnya kasih Allah tidak terselami oleh kita. Kita yang begitu kotor, hina, dan tidak berharga pun, Dia mau tebus dan bawa kembali "pulang" kepada-Nya. Banyak orang mungkin mau mati untuk orang yang baik, yang sudah berjasa padanya. Tapi siapa yang mau mati untuk orang jahat dan orang-orang yang tidak layak seperti kita, manusia berdosa? Hanya Satu Pribadi, temanku.Yesus Kristus Tuhan.

"Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati -- Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:7-8)

Kisah kematian-Nya bukan suatu dongeng atau lelucon, temanku. Kisah kematian-Nya itu berkuasa. Dan cerita penebusan itu tidak berhenti hanya pada kematian. Karena pada hari ketiga setelah Ia mati, Ia benar-benar bangkit dari antara orang mati. Itulah, paskah. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus Tuhan berkuasa menghidupkan engkau dan aku. Kematian-Nya menyanggupkan kita mati terhadap dosa-dosa kita, dan kebangkitan-Nya menyanggupkan kita bangkit dan masuk ke dalam hidup yang baru, totally new. Ketika semuanya dimulai kembali dengan Allah, dan engkau, dalam sebuah hubungan pribadi yang begitu intim, lekat, dan dekat. Dalam sebuah kasih yang agape, sempurna. Alamilah Dia.

"Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus." (Roma 6:9-11).

Jadi, ingatlah dua hal ini setiap kali kamu memandang salib, temanku. Ingatlah,
(1) betapa mengerikannya dosa, dan
(2) betapa indahnya dan dalamnya kasih Allah itu, untuk setiap manusia, teristimewa untukmu


Jadi, sampai kapan kita akan terus menunda untuk seutuhnya, datang pada-Nya?

____________
inspired by : Alex Nanlohy, april 2012.