Tuesday, 25 April 2017

MORNING ROUTINES


Alarm berbunyi. Kau terbangun. Mengerjapkan mata dan merentangkan tangan demi menanggalkan lelah yang bersarang di tubuhmu semalam. Hari baru datang lagi. Sambil menguap kau bangkit dari tempat tidur keluar kamar menuju dapur. Menggapai gelas di atas meja makan dan berdiri di depan dispenser. Setelah meneguk segelas air dingin berangkat ke kamar mandi. Membuang yang harus dibuang. Pipis pagi hari. Seribu pikiran ikut tumpah membebani kepalamu. Kau mencuci tanganmu sambil bertekad tak ingin ingat masalah yang dapat merusak mood di awal hari. Sekeluarnya dari kamar mandi, kau membuka pintu kulkas  meraih susu dingin dan sekotak cereal di dalam lemari di atasnya. Mencampurkan keduanya di dalam sebuah mangkuk warna biru muda dan menikmatinya di dalam kunyahan mulut di atas sofa ditemani channel televisi yang berganti-ganti. Seandainya hidup semudah ini, sesantai ini. Tapi jarum-jarum di jam dinding menyadarkanmu bahwa kau tak punya banyak waktu untuk bersantai pagi ini. Susu bersisa sedikit sekali lalu kau letakkan mangkuk di dalam westafel tanpa dicuci. Kau beralih meraih handuk putih dan masuk kembali ke kamar mandi. Menghabiskan lima belas menit untuk itu dan ini dari rambut sampai ujung kaki. Berpakaian dan sisiran kau memastikan penampilanmu sekilas di cermin. Sambil berharap hari ini bisa berlalu cepat tanpa harus ada mood swing lagi. Sedikit make-up dan sedikit aksesoris di tangan kanan dan kiri. Kau menarik tas dan memilih sepatu dari rak. Sekali lagi melihat cermin untuk memastikan diri. Kau akan baik-baik saja hari ini. Katamu dalam hati berusaha mensugesti diri sendiri. Kau mengunci pintu rumahmu. Kau mengunci pintu kehidupan privatmu dan pergi masuk ke dalam kehidupan publik yang jengah dikomentari. Hari ini pasti sama saja sama lagi. Kau menghela nafas dan memulai langkah pertama. Langkah yang tak berbeda dari langkah kemarin.


p.s. :
Cikarang, 25 Maret 2017. Sebenarnya ingin menulis motivasi yang tampaknya gagal sekali.