HER BIRTHDAY

by - July 17, 2014

Saya sudah mengenalnya semenjak saya masih mahasiswa baru. Waktu itu, ia adalah salah seorang tim inti dari kepengurusan persekutuan mahasiswa di fakultas saya (organisasi keagamaan mahasiswa kristen kampus). Ia adalah seorang kakak senior (meski berbeda jurusan dengan saya) yang ramah. Mungkin karakternya bisa saya simpulkan sebagai sangunis-plegmatis. Saya yang masih mahasiswa baru hanya merasa senang saja karena bisa mengenal kakak senior yang super ramah di luar jurusan saya di FISIP UI. Kami sering berpapasan di jalan setapak penghubung antara FISIP UI dan Stasiun Universitas Indonesia—saya ingat. Itu awal yang saya ingat tentangnya.

Setahunan kemudian, saya (dan teman satu kelompok kecil saya) diberi anugerah oleh Tuhan untuk menjadi pengurus di persekutuan fakultas, setelah pergumulan, doa, beban, dan kerinduan yang panjang. Waktu itu, di retreat di bogor, saya ingat ia membagikan bebannya pada saya dan teman kelompok kecil saya, yang sedang tidak bergembala, untuk kembali berjuang bertumbuh bersamanya di dalam kelompok pemuridan yang kami sebut kelompok kecil.

Perjalanan rohani bersama-sama dari kami bertiga dimulai semenjak hari itu. Sejumlah pertemuan yang tersusun dalam kalender. Tanggal, hari, minggu, bulan. Sampai tahun. Masa-masa kejayaan, ketika kelompok kecil ditunggu dan dirayakan. Kadang dengan kue tart dan lilin. Dengan foto-foto selfie bertiga di kamera ponsel. Sampai ketika kami memasuki masa-masa sulit. Dan kembali lagi merayakan kebersamaan yang masih tetap diperjuangkan setelah masa-masa sulit. Kembali dengan buku MHB (Memulai Hidup Baru) atau bahan PA lainnya. Dengan Alkitab yang terbuka dan dibaca, diperhatikan serius bersama-sama. Dengan pulpen dan catatan, kertas-kertas berisi manna yang dinikmati. Dengan komitmen aplikasi. Dengan doa-doa sehati dalam unity.

Namanya kak jenny, dan dia adalah kakak rohani saya.

Meski saat ini kami sudah tidak bisa lagi bertemu untuk sharing hidup dalam kelompok kecil seprerti dulu ketika sudah sama-sama melepas status mahasiswa, saya masih menganggapnya begitu. Menganggapnya kakak rohani saya. Yang sudah mengajari saya banyak hal selama masih menyandang status mahasiswa. Yang beban dan kerinduannya kuat untuk merangkul saya dan teman kelompok kecil saya yang sama-sama pengurus tapi tidak bergembala (baca: tidak memiliki kakak rohani untuk membimbing di kelompok kecil) waktu itu, awal tahun 2011 ketika saya memasuki semester IV. Yang sering menghadiahi saya dan teman kelompok kecil saya (yang bernama ezra), buku-buku rohani menyentuh hati. Yang semangat mengajar kami berdua ber-PA (melakukan pendalaman Alkitab) berbagai jenis perikop (narasi, surat, yang paling saya ingat adalah PA Mazmur kami di taman FISIP UI bertiga), sampai bisa memahami caranya dalam bimbingan Roh Kudus. Yang berani untuk membagikan pergumulan berat hidupnya pada kami berdua (aku dan ezra) di masa-masa sulit mempercayai Tuhan. Yang mendoakan saya dan memberi dukungan maksimal ketika perjuangan skripsi, maupun ketika saya pun akhirnya melanjutkan perjuangannya untuk memuridkan kembali adik-adik kelompok kecil saya. Yang memperkenalkan saya dengan istilah doa antisipasi di masa penelitian dan penyusunan research design dan bimbingan skripsi saya, membuat wawasan saya semakin luas mengenai doa. Yang bela-belain datang di hari wisuda saya dan menghadiahi saya banyak benda, termasuk sebuah postcard yang takkan pernah saya lupa. Kalimat yang ia tulis disana selalu menjadi ingatan bagi saya akan Yang Maha Kuasa : strength unknown, He provides. Jehovah Jireh.

Yang tidak suka diumbar mengenai hari ulang tahunnya :)

Tapi, jika ia membaca tulisan saya ini, semoga ia tidak marah. Karena ini saya tulis sebagai sebuah cerita mengenai sebuah perjalanan pemuridannya dari kenangan adik kelompok kecilnya. Ya, yaitu saya.

Selamat Ulang Tahun, Kakak Rohani!

Ini ucapan ketiga yang saya kirimkan untuknya karena tidak bisa bertemu langsung. Harapan dan doa saya untuk hari ulang tahunnya sederhana: semoga ia bisa menemukan panggilan hidup dan pasangan hidupnya yang membuatnya semakin mencintai Yesus Tuhan, seperti yang juga sudah dirancangkan Tuhan dengan indah, pada waktunya. Jesus loves you. And  I Jesus you too, sister.

 
p.s.:

Ucapan ulang tahun yang sudah saya kirimkan via whatsapp untuknya, yang saya rancang dengan applikasi LINE Camera. Foto ini diambil di bulan Juli 2013, ketika kami merayakan ulang tahun kami (yang hanya berselisih dua hari saja di tanggal kalender) bersama-sama. Dengan tim regenerasi PKK PO FISIP UI 2013 (rut, nana, dan sania—sebenarnya masih ada niar tapi dia berhalangan ikut). Kakak rohani saya adalah perempuan berbaju oranye cerah yang berdiri di tengah memegang kue tart itu. Dengan tart sederhana dari Breadtalk. Di rumah alm.bude saya di depok. Dan ini, sudah setahun lalu. Ah, time flies.


p.s. (additional) :

Ini additional story yang random. Tapi di tengah malam kemarin, saya masih sulit tidur akibat konsumsi kopi Nescafe French Vanilla kotak di sore harinya di kantor—saya tak sengaja menonton sebuah acara di Rajawali TV dan baru ingat. Tepat di hari yang sama dengan kakak rohani saya berulang tahun, seorang aktor K-Drama bernama Kim Woo Bin juga berulang tahun. Random kan? Haha. Dan ini kelihatan tidak feminis, tapi ya sudahlah. Selamat ulang tahun, Woo Bin. Semoga K-Drama baru dari Woo Bin cepat diproduksi lagi dan semoga di K-Drama baru selanjutnya itu, Woo Bin memainkan peran seperti yang dimainkannya di K-Drama School 2013 dan The Heirs :D

You May Also Like

0 comments