Wednesday, 27 February 2013

YANG BURUK DARI ALLAH



"Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?"

--seperti perkataan Ayub, dalam Ayub 2:10




"Tapi, apa mungkin Dia memberikan kita sesuatu yang buruk?"

--pertanyaan dan perenungan pribadi




"Sebab Aku ini mengetahui rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

--Tuhan, dalam Yeremia 29:11

 


~*~
#sebuah-pergumulan-panggilan-hidup

Saturday, 16 February 2013

THINGS MY MIND HAS NOT CONCEIVED #GRADUATIONDAY


9 Februari 2013 lalu. Akhirnya aku mengenakan juga toga lengkap dari topi sampai segala perintilannya. Akhirnya mengikuti upacara itu juga. Akhirnya resmi menyandang gelar S.Sos di belakang namaku: the graduation day of University of Indonesia, untuk para mahasiswa yang lulus di semester ganjil ini. Akhirnya, sampai juga di titik paling ujung perjuangan akademis di S1 Sosiologi UI ini.

Selesai.

3,5 tahun. IPK yang dianugerahkan cumlaude daripada-Nya. Skripsi yang selesai indah pada waktu dan pemeliharaan-Nya. Melimpah syukur.

Tapi di hari-H wisuda sabtu lalu, jujur saja, aku merasa tak begitu semangat. Selain memang sedang dilanda beberapa masalah personal, beberapa sms yang masuk di perjalanan menuju UI dari rumah pakdeku siang itu cukup mempengaruhi mood-ku. Ya, dari beberapa orang-orang terdekat yang meminta maaf sekali karena berhalangan hadir di wisudaku, termasuk ke-4 orang AKK-ku, seorang dari kakak rohaniku, dan prayermate-ku. Tapi sebenarnya, aku pun maklum. Apalagi melihat kondisi AKK-ku yang tinggal di Jabodetabek dan sore-sore hujan deras begitu harus datang ke depok untuk urusan sebentar saja. Kasian, mereka capek. Andaikan wisuda ini digelar hari jumat, hari kuliah. Begitu kami masuk ke dalam balairung juga, hujan deras turun meramaikan suasana saat itu. Ditambah lagi, listrik sempat mati sebentar—dan terpaksa menunda rundown acara. Menurutku, awalnya, upacara itu cukup kacau karena hal-hal tak terprediksi itu. Menyadari hujan begitu deras apalagi, aku makin enggan berharap orang-orang terdekatku akan ikut hadir selesai acara wisuda di dalam balairung itu (yang memang tidak bisa sembarang masuk, karena membutuhkan undangan). Aku saat itu hanya berpikir, yang terpenting, selesai upacara wisuda ini, bisa foto studio bareng mama-papa, dan akhirnya acara dinner dengan keluarga besar mama-papa. Selesai. Tidak begitu berharap dengan hal-hal lain: seperti yang kualami di wisuda-wisuda seniorku sebelumnya—yang diramaikan oleh banyak orang, foto disana dan disini memenuhi lapangan balairung-rektorat UI, dan dengan langit yang biru cerah. Kondisi makin tak menyamankan ketika aku sadar, handphone yang biasa kupakai sms, lowbat dan mati total. Blackberry messenger pending, dan baterai bb-ku pun hanya bersisa setengah, bagaimana lagi ceritanya bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan teman-teman yang mungkin datang hari itu coba? Di tengah hujan, dan keriwehan-keramaian orang, dan luasnya lapangan balairung-rektorat. Ya ampun.

Tapi ternyata aku salah. Ada banyak kejutan telah Tuhan siapkan di hari wisudaku itu, bagaimanapun kondisinya. Terharu karena segenap sahabat-sahabat dan orang-orang terdekatku masih mau datang di tengah hujan yang selebat itu, dan dalam kondisi alat komunikasi tak bisa diandalkan, Tuhan mengatur aku bisa bertemu mereka semuanya satu-persatu. Wow, He is great!

(1) aku tak menyangka, akan mendapat begitu banyak buket bunga di hari wisudaku—bahkan ketika sampai di kos dan menyelamatkan kesegaran bunga-bunga itu dengan memasukkannya ke dalam air di dalam ember, aku berasa nyaris mirip salah satu dari ibu/bapak penjual bunga wisuda yang di halaman balairung UI, haha :”D big thanks Dear God! and, also many thanks dear all sisters who give me those lovely flowers! cc: ka jenny, ka intan, sister ucy, relida-betha, ka ami, arini, brothers-sisters ikasatu :*

(2) aku dapat dapat “bunga abadi” dari tiga sahabat cempaka-ku; geges, citien, dan jujus! :”) hadiah ini benar-benar mencolok di tengah segala bunga-bunga yang lainnya, dan tak lupa, kartu ucapan happy graduation yang kreatif banget! bersyukur melimpah pada Tuhan Yesus dianugerahkan sahabat-sahabat seperti kalian *hugs* terima kasih darls! :*

with citien, geges, jujus (kiri ke kanan) dan "bunga abadi" :*

happy graduation card dari citien, geges, jujus :*

(3) sebuah gift sederhana tapi luar biasa bikin terharu-biru dari teman-teman di PO FISIP UI, yang juga dihadiahkan untuk setiap teman-teman mahasiswa kristen se-FISIP-UI yang wisuda! :”) benar-benar mengingatkan lagi memang segala sesuatu tentang Universitas Indonesia adalah sebuah cerita besar di tangan Tuhan, amat menyentuh, dan menguatkan! Terima kasih dearest brothers-sisters in Christ! Terima kasih juga buat teman-teman pengurus yang sudah datang dan ikut mencariku sampai ketemu di tengah keramaian itu hehe cc: nana, bebel, niar, yohana, jo nainggolan, hanna, ka frisca, dan semuanya :”)

mirip surat-surat zaman dulu ya, digulung dan warnanya coklat, berpita lagi hehe, ada namaku di sudutnya :*
nah kalau dibuka akan jadi seperti ini :


(4) plakat khusus bertuliskan namaku dan setangkai bunga mawar merah dari adik-adik ikasatu (ikatan alumni SMA-ku dulu yang kuliah di UI). Ini paling gak nyangka, dan surprised banget. A very good gift from Dear God. Aku bahkan gak kenal sama adik-adik ini, hanya kenal ardo, FT UI 2011 yang sering sms terkait wisuda ini dan itupun belum pernah ketemu sama sekali. Terharuu ikatan alumni SMA-ku mulai terbangun erat ke depan ini. Terima kasih Tuhan! :”)


(5) sahabat sosiologiku, sapta dan nisa, juga teman-teman sosiologi 2009 yang sudah datang di tengah hujan deras dan berjuang terus menghubungiku hanya buat foto bareng doang dan ketemu, terima kasih loh :”)

(6) Adikku, ucy sosiologi 2010, yang ternyata sudah lama mencari-cariku sore itu dengan buket bunganya dan bbm bener-bener tak tersentuh olehku karena riweh dan mepet baterai. Puji Tuhan, setelah ketemu adik-adik ikasatu, Tuhan mempertemukan tepat dengan ucy di pintu masuk C, wah thankyou Jesus! Akhirnya bisa ketemu dan foto bareng ucy, dan dapat buket bunga, makasi dear ucy :”) lalu, ida dan roy, yang bela-belain datang hujan-hujan dan juga keukeuh banget mencari-cariku sampai ketemu :”) daaan adikku, stephen sosiologi 2012, yang bahkan sudah hadir dari sebelum jam 14:00, dan nungguin acara di dalam balairung selesai buat ketemu cari aku, ya ampun.

(7) kak jenny-ezra (meski ez berhalangan hadir) untuk buket bunga dan coklat-boneka cadbury-nya :* tinggal menunggu ez wisuda nih semester depan hehe :”)

(8) ohya dan masalah salon! Ahaha ini penting, karena aku dan mama-bude sempat panik H-3 atau 4 jam sebelum wisuda karena belum dapat salon buat sanggul-make-up! Sudah banyak salon yang dijalani didatangi lagi gak available jasa itu, atau lagi penuh. Sampai akhirnya, menemukan sebuah salon yang bisa mendadani dengan apik. I love their make-up. Thanks Jesus, Jehovah Jireh, God of Perfect Providence!

(9) ada piagam-sertifikat apresiasi khusus untuk semua lulusan cumlaude ternyata dari UI :”) puji Tuhan Yesus :*

(10) dinner keluarga besar dari mama-papa malamnya di Mang Kabayan! Akhirnya ketemu sama salah satu bouku (tante, adik papa) yang aku belum pernah ketemu seumur hidup karena perbedaan wilayah domisili :”) ketemu lagi sama sepupu-sepupuku dari papa yang beberapa sudah menikah dan punya dua orang anak haha dan foto bareng semuanya :3 a very special moment, He provides :*

bersama mama, dear bude(s), dan sepupu---keluarga mama :3

(11) bahkan, hari minggu malamnya, ketika aku masih dapat tambahan satu buket bunga lagi dari ida-betha, adik-adik sekos di cempaka sepulang dokel di kampus :”) kejutannya belum berakhir di hari sabtu ternyata :”)



Benar-benar aku gak menyangka akan pulang dengan memboyong begitu banyak hadiah dan bunga dari wisudaku. Very big surprise for my graduation day! Jadi guilty feeling, tapi sekaligus takjub dan bersyukur melimpah, ketika ingat celetukan skeptisku ke Tuhan sehari sebelum, “wisuda besok bisa jadi seperti apa sih Tuhan” sangkin gak semangatnya. Ah, He is sooo good to me meski aku kadang bandel. Dalam kesemuanya dalam list surprise di atas itu, aku yakin benar Tuhan-lah Pribadi dan Sutradara yang ada di baliknya, yang menyediakan, menghadiahkan, dan mengintervensi. Sempurna.


"No eye has seen, no ear has heard, no mind has conceived what God has prepared for those who love Him" (1 Corinthians 2 : 9) ♥


Terima kasih seribu, Dear Beloved Jesus! :")