DEAR DECEMBER 14TH

by - December 15, 2012


02:05 am, saya masih terbangun, seperti akhir-akhir ini. Semenjak bergaul sangat akrab dengan skripsi, harus diakui jadwal tidur dan jadwal mata-melek berubah banget. Saya mungkin hanya tidur 4-6 jam setiap hari (masih banyak ya?) tapi dibandingkan yang sebelumnya, saya bisa tidur dari 6-8 jam sehari. Hm, mungkin karena kondisi badan yang kadang, suka cepat letih kalau sudah menjelang petang, gelap, dan banyak kerjaan seharian kesana-kemari.

Tapi tengah malam ini, saya sedang rehat bergaul akrab dengan skripsi :)

Baru saja kemarin, 14 Desember 2012, draft skripsi dikumpulin ke jurusan. Deadline, tahap-I. Rasanya masih merasa luar biasa dalam His perfect providence: 5 bab, 130-an halaman belum termasuk lampiran (yang output SPSS saja bisa mencapai 39 halaman),  dan 2 rangkap untuk jurusan dan mas riki, dosen pembimbing saya, tadi.

Memandangi sampul cover skripsi itu, saat ini, rasanya: bersyukur melimpah!

Masih suka merenung kalau ingat, keinginan saya sebenarnya tidak ingin lulus cepat-cepat. Tetapi Yang Terkasih itu, yang mengintervensi. Berkali-kali bergumul, berdoa, menanyakan pada-Nya. Ceritanya (ya, tentang skripsi ini) dimulai dari nyaris, setahun lalu, bahkan di malam natal, 24 Desember 2011. Sekali-sekali menawar siapatau Tuhan berubah keputusan jadi acc untuk gak tiga setengahan. Tapi Tuhan Yesus tidak pernah berubah. Kata-Nya, ini saatnya akselerasi. Sisa waktunya, sudah sangat singkat. Dan, kita harus bersiap-siap untuk itu. 

Mengingat bagaimana pemeliharaan-Nya dari awal sampai saat ini, rasanya mau nangis. Meski rasanya saya anteng-anteng saja di publik (misalnya, di blackberry messenger atau social networking media), cuma saya dan Dia yang tahu bagaimana titik-titik ter-drop saya sepanjang perjuangan skripsi ini. Begadang nyaris tiap hari. Harap-harap cemas kadang kalau pembimbing belum balas sms, untuk jadwal bimbingan, mungkin sangkin sibuknya hehe atau ketika merasa guilty feeling pada-Nya karena hal-hal perintilan di penelitian saya yang saya kurang total. Tapi, tetap di tengah badai-badai ini, kekuatan ekstra melimpah dari Tempat Maha Tinggi. Ah, You are awesome forever, Dear Jesus :")
 
Sejujurnya, saya juga belum tahu akan pergi kemana, kerja apa, jadi apa, tepatnya setelah lulus tahun depan. Hanya berusaha taat meski seperti Abraham, masih belum tahu percis kemana Dia ingin kita melangkah. Karena itulah, pergumulan panggilan hidup sepertinya akan semakin serius dilanjutkan :) Yang jelas, saya tidak mau salah kerja, salah menjalani hidup dunia alumni menjadi seorang orang dewasa. Saya ingin berbuat sesuatu buat masyarakat, ya setidaknya buat orang-orang di sekeliling saya, bukan hanya kerja untuk mencari makan. Berbuat sesuatu yang seturut kehendak-Nya, Yang Terkasih. Semoga.



Tapi, sekali lagi, saya sungguh bersyukur untuk grand design-Nya dalam cerita skripsi saya ini. Mengerjakan skripsi yang gak sekedar buat lulus itu, rasanya beda. Mengerjakan skripsi bukan karena ambisi saya pribadi, tetapi karena ikut kata hati Tuhan itu, sesuatu hal yang luar biasa bagi saya. Mengerjakan skripsi yang mengandung sebuah misi itu, menantang banget. Mengerjakan skripsi dengan memegang janji-Nya dari Pengkhotbah 3:11 itu, benar-benar menenangkan.

Bersyukur, bersyukur, bersyukur.
Berjuang, berjuang, berjuang. Karena perjuangan belum selesai, sedikit lagi.


p.s. :
terima kasih, Tuhan Terkasih.
terima kasih, Tuhan Yesus.

You May Also Like

0 comments