BEATIFUL IN ITS TIME

by - May 12, 2012



"He has made everything beatiful in its time. He also set eternity in the hearts of men; yet they cannot fathom what God has done from beginning to end." (Ecclessiastes 3 : 11 NIV)


Sebentar lagi genap tiga tahun sudah menjadi seorang mahasiswi. Berkuliah. Menikmati sosiologi. Semester VI ini menjadi semester yang cukup penuh dan padat. Ada 24 sks dengan 8 mata kuliah. Yang (mungkin) menjadi semester terakhir kuliah kelasku. Jika memang Tuhan mengizinkan, semester VII depan, hanya akan ambil mata kuliah skripsi dan magang – yang tidak masuk kelas lagi. Aku rasa-rasanya akan merindukan kuliah kelas.

Bulan mei ini juga semakin sibuk dibanding bulan lalu-lalu. Menjelang UAS di akhir bulan, banyak agenda akademis ini-itu. Ada 1 penelitian individu (MPS Kualitatif), 2 penelitian-presentasi-laporan kelompok (DDPS dan perubahan sosial), 2 site visit beserta laporannya yang akan menjadi take home UAS (demografi sosial yang ke BKKBN dan akan ada penelitian lanjutan ke daerah Jakarta, serta sosiologi perubahan ekonomi yang sudah berkunjung ke daerah miskin di Cilincing, Jakarta Utara), dan 2 proposal (seminar dan magang). Banyak. Itu baru perihal akademis, belum kegiatan organisasi lain-lain.

Tapi thanks God, dalam segala kepadatan jadwal masih terus merasa pemeliharaan Tuhan. God’s providence control. Di MK DDPS kelompokku menjadi kelompok yang terakhir sekali presentasi di minggu terakhir – kelompok 8 dari jumlah total 8 kelompok – ketika diundi. Ingat sebelum timoti pergi mewakili ambil undian, berdoa spontan ke Tuhan memohon kami dapat giliran di minggu paling terakhir supaya bisa mempersiapkan dengan baik. Soalnya kalau saja dapat di minggu I senin besok – akan ribet karena berbarengan dengan presentasi MK perubahan sosialku. Dan, tadaa. Prayer answer. God is great. Thanks God.

Sejujurnya akhir-akhir ini juga kembali bergumul mendoakan apakah aku beneran mau maju 3,5 tahun banget atau 4 tahun saja. Memang seminar udah diambil sekarang, tapi entahlah – rasanya banyak hal harus dipertimbangkan untuk cepat-cepat lulus. Juga ingat gimana kakak-kakak senior 2008 2007 yang saat ini sedang mengejar deadline pengumpulan skripsi/TKA untuk bisa sidang secepatnya dan wisuda september ini – sudah mulai menasehati kami untuk menanyakan panggilan hidup kepada Tuhan. Have you known about your calling in this life, readers? Nyatanya memang kita tidak hidup asal hidup. Kita tidak hidup untuk diri kita sendiri. Kita hidup untuk menjadi berkat bagi yang lain, dan pastinya kita harus hidup sesuai dengan apa yang Ia telah rancangkan bagi kita. Jadi bukan hanya memilih kerjaan A karena kerjaan A itu bisa kasih kita peluang dapat gaji yang gede, misalnya. Atau memilih kerjaan A karena kita suka, karena kerjaan itu cocok aja sama hobi dan minat kita. Tapi penting dipikirkan apakah di kerjaan A, kita bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk menolong orang lain, memperbaiki bangsa bahkan, dan menyenangkan hati Tuhan. Seperti manusia adalah makluk sosial – bukan makluk individualis, seperti itulah harusnya manusia menjalani hidupnya. Orientasi bukan semata-mata pada ke-“aku”-an, tapi kita.

Jadi, memang banyak yang harus dipikirkan menjelang pra-alumni ini: kerja di ranah apa dari sosiologi, kerja di instansi apa tepatnya, kerja dimana (di pulau Jawa, atau kembali ke medan, atau bahkan ke pulau selain Jawa dan Sumatera), dsb.

Tapi ya pada akhirnya ingat lagi ayat yang ku kutip di atas, itu sebuah rhema (p.s.: rhema itu ayat Alkitab yang seperti “meloncat” ke hatimu ketika kamu mendapatinya, because God speak to You through it) dari Tuhan Yesus di ibadah tahun baru kemarin. Ingat bagaimana ayat ini meneguhkan dan menjawab pergumulan terbesarku soal apakah aku maju seminar di semester VI atau tidak waktu itu. Beatiful in its time. God designs the best master plan. Trust and hope, like we always do.



p.s. :
Gambar dalam foto adalah kartu janji Tuhan di 2012 yang ku dapati dari gerejaku di awal tahun ini – yang di dalamnya Tuhan taruh rhema dari Pengkhotbah 3:11 itu, indah. Aku menempatkan kartu janji ini di meja belajarku, agar dalam setiap perjuangan, bisa senantiasa mengingat – He had made beatiful in its time, remind this thing always :* God leads you too, dear readers!

You May Also Like

0 comments