Sunday, 28 February 2010

KUNJUNGAN RUMAH SAKIT =)


Kemaren, 27 Februari 2010, akhirnya anak-anak maker turun juga buat pelayanan kasih berupa kunjungan rumah sakit ke RS Cikini. Ini pengalaman menarik dan berharga buatku. Senang sekali :)) bertemu dengan orang-orang baru dan sama-sama saling menguatkan. Awesome.

Jadi maker bekerja sama dengan wadah misi PO UI kemaren untuk kunjungan rumah sakit ini. kenapa cikini? Karena katanya rumah sakit ini termasuk rumah sakit rujukan buat pasien dengan penyakit-penyakit dalam level tidak lagi sederhana, dan disitulah, mereka membutuhkan penghiburan atau pelayanan. Kita melayani pasien-pasien kristen memang, jadi kita dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari dua orang. Kemaren aku berpasangan dengan kak irene. Alumni FISIP UI juga, adm. sekarang udah kerja sih, kak irene dulu itu anak wadah misi PO UI juga.

Aku lupa sih nomer kamar dimana kedua pasien yang kami layani itu dirawat. Tapi aku gak lupa dan gak bisa lupa sama mereka. Hari itu aku benar-benar merasa bersyukur bisa bertemu dengan kedua bapak itu.

Pak cai (hm, sejujurnya ini marga batak karo dan aku gak tau tulisannya gimana, maaf...) dan Amang Simangunsong. Keduanya sedang menjalani kemo akibat penyakit tumor yang diderita. Kedua bapak ini memiliki cerita sendiri, pengalaman dan pemahaman tersendiri...

Pak cai menderita tumor di ketiaknya. Pak cai sedang dan masih terus berusaha sembuh. Apalagi mengingat anak-anaknya masih kecil. Sebuah hal yang mengingatkanku pada kasih seorang ayah. Aku ingat sekali apa yang diimani pak cai : bahwa Tuhan memiliki keajaiban. Tidak ada yang mustahil. Penyakit ini pasti bisa sembuh. Hanya saja, manusia harus menunggu waktu Tuhan. Inilah apa yang kita sebut, proses.

Amang Simangunsong, dalam usianya yang sudah kepala tujuh, menderita tumor di bagian sekitar pipi kanan. Tapi aku suka sekali dengan imannya dan pemahamannya tentang penyakit tumor itu. Amang Simangunsong memahami penyakitnya tidak hanya sebagai sebuah penderitaan yang menyiksa. Walaupun memang, itu sakit. Tapi dia lebih fokus kepada apa yang ada di balik penyakit itu. apa maknanya. Penyakit juga merupakan sebuah anugerah tersendiri. Kadang Tuhan mengizinkan kita untuk mengalami penyakit itu karena Dia ingin kita lebih mendekat dan mengimani-Nya. penyakit, ketika kita melihatnya dengan beyond common sense (maaf sedikit sosiologis, hehe) mengandung begitu banyak anugerah tersirat yang bisa kita nikmati. Penyakit adalah jalan untuk pertumbuhan iman. Aku masih begitu jelas mengingat raut wajah Amang Simangunsong.


Aku bersyukur untuk Pak Cai dan Amang Simangunsong. Aku bersyukur untuk semangat mereka, iman mereka, pengharapan mereka dan pemahaman mereka. Ini merupakan sebuah anugerah tersendiri buatku untuk bisa bertemu dengan orang-orang se-eager mereka. May God bless both of them, and His angels always be with them, wherever they are and whatever the condition is. I will always pray for them, especially for their recovery. Amen.

Sunday, 21 February 2010

LIVE IN (HOPE) MAKER 2010


Sentul, 12-14 Februari 2010. Setiap hal terjadi.
Pemulihan. Peneguhan.

Ini tentang beberapa hal yang bisa ku abadikan dalam tulisan ini mengenai acara retreat anak-anak maker ke sentul weekend kemarin. Bukan retreat sih, ada unsur retreatnya memang tapi sebenarnya disana kita lebih banyak belajar :

to know God, more :)

maker adalah sebuah organisasi kristen di UI yang berada di bawah naungan LPMI. Sejauh ini, aku sudah mengikuti beberapa acara dari maker tahun ini di antaranya : student gathering di kebun raya bogor 10 Oktober 2009 kemarin dan ice cream party, hm. november kemaren sepertinya.

Retreat ini sebenarnya dinamakan “live in” oleh anak-anak maker.

Di judul, aku membubuhi kata “hope” supaya relevan dengan nama blog ku hehe :D tetapi memang, semakin aku mendalami acara live in, semakin aku teguh untuk tetap optimis : stay “live in hope”

Jadi, malam 12 februari itu, sekitar jam delapan, kami berangkat ke sentul. Dalam sebuah bus yang mungkin bisa menampung sekitar 30 orang. itu malam yang susah untuk dilupakan. Jujur aja. walaupun sampai di tempatnya, di sentul, semua merasa cukup lelah karena perjalanannya.

Malam itu sebenarnya mama ku masih bersamaku di kosan. Mama jadi datang juga paginya. Dengan kepentingan pekerjaan kantor juga memang. Tapi seperti yang sudah ku ceritakan, aku sudah mengambil komitmen untuk ikut : aku punya suatu tujuan yang ingin ku capai dengan mengikuti acara live in ini :)) dengan cukup terpaksa, aku meninggalkan mama di kosan malam itu, walaupun besoknya mama udah balik lagi ke medan...

Banyak acara yang sangat menyentuh di live in maker 2010 kemarin.

Labirin doa, salah satunya. Labirin doa itu semacem, hm. mungkin mirip dengan jalan salib (biasanya ketika paskah, atau retreat juga... pengalaman, abis dari esde sekolah di katolik sampe esema hehe) di katolik. Tapi ini lebih personal. Jalan beriringan, satu persatu. ada step-nya begitu. seperti mengikuti rambu-rambu dan petunjuk yang sudah disediakan dan di setiap petunjuk itu ada suatu hal yang harus dilakukan (perenungan, doa, simbol dari pelepasan... masalah keterikatan atau apapun yang menganggu)

Ada juga begitu banyak games (yang bukan sekedar games lalu... ada esensinya lo)! (maryono mariani menari menara hahaha :D), saat teduh, kebaktian, pengajaran yang membuka segala mindset –ku (sekarang, aku menjadi lebih jelas bagaimana harus melangkah ke depannya nanti)

video yang benar-benar menyentuh dan kreatif.

dan video teatrikal tentang kasih Tuhan yang luar biasa kepada anak-anak-Nya itu : kita, aku masih tetap terharu walaupun sudah menontonnya sampai tiga kali. maknanya begitu dalam. Aku membayangkan akulah yang terjatuh –ditariktarik setan (dengan segala cobaan, hedonism misalnya? -or whatever), menjauh. Tapi Tuhan selalu akan tetap memperjuangkanku, untuk kembali ke His true way, it’s so blueee :’)

Ada juga acara api unggun di malam valentine –nya :))
Kita menyanyi “Tuhan memanggil namamu” (hm, jadi keinget pas malam kedua study tour ke parapat dulu bareng anak ipees dua ;)) berdoa refleksi, dan menyalakan lilin-lilin yang kemudian dibentuk sedemikian rupa membentuk rupa sebuah salib di tanah...

dan salib lilinnya! ketika melihat hasilnya, teduh sekali rasanya...

tapi yang paling sangat amat mengena di antara yang lainnya buatku adalah sesi pengutusan. Di hari terakhir –hari minggu, valentine’s day. hanya beberapa jam sebelum kami bergegas pulang, kembali ke depok.

Sekali lagi soal yang ini so sorry,
I can’t tell you about the whole story.
Tapi di sesi pengutusan itu, aku merasa semuanya lengkap. banyak yang menangis, aku tau. termasuk aku. Sangat tidak bisa dibendung. Dan aku masih belum bisa menceritakan pada siapapun mengenai alasan mengapa aku menangis.

Ini seperti sebuah cerita : cerita sederhana, dariku. A simple path. Yang masih belum terangkai sempurna tapi sedang dalam proses perangkaian, tentu saja dengan tangan Tuhan.

Suatu saat tentu aku akan cerita, yang pasti, aku bakal cerita ke ketiga kakak rohaniku (kak merry, kak dhika, dan kak yossie). Tapi aku akan menunggu saat yang tepat dulu hehe


Aku sangat berterimakasih untuk Kak Merry, Kak Dhika (sosiologi ui 08), dan Kak Yossie (fkm ui 08) untuk special invitationnya :) untuk perhatian dan sharing time-nya, aku merasa kalian adalah andil terbesar dalam petumbuhanku saat ini. terima kasih banyak kakak :’)

Untuk setiap staff LPMI dan kakak-kakak movers & panitia live in maker atas segala acaranya yang menyenangkan dan mengena, pengajaran yang amat sangat berguna. Untuk teman-teman maker baik followers maupun movers (terutama followers sih, eh tapi followers udah jadi movers kan ya? hehe) untuk kebersamaannya selama tiga hari, sesi diskusi dan kerja kelompok, segala hal menyenangkan.

Untuk kelompok kamar anggrek (hihi...) : kak yossie (kakak ketua hehe), yenovita, chuy, kiki, dan ditambah dengan kak nova di malam terakhirnya, atas kebersamaannya : mau ngebantuin aku ngabisin makanan (buat kiki : thankyou pinjeman chargernya kiki), saat teduh dengan lagu “suci suci” ;)) dan segenap kegiatan lainnya di malam hari (bukan yang aneh-aneh lo ya) hehe

oiaaa! Untuk anak-anak anjingnya yang imut-imut (dan buat yang sakit kedinginan di minggu pagi itu... semoga cepat sembuh!) i’ll miss you so much puppiess!! Ya ampuun! Andaikan bisa ku bawa pulang satu tuh kemaren! ♥


Aku tidak pernah menyesal ikut acara live in ini.
Justru mungkin jika menuruti keinginan sesaatku (untuk bersama mamaku...) dan jika tidak ikut live in tadinya, aku pasti akan sangat menyesal.





Kenapa?
Karena disini, i found my path.
I found my way. and i found my “call”
Dan ini benar-benar merupakan sebuah pencerahan yang benar-benar membuka segala pintu. Lega.
Thank you so much ooh Lord! may God bless you all guys thank you for reading mine :)